Rumus GLBB

2 min read

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada Seri Fisika Dasar ini kita akan membahas tentang Rumus GLBB atau gerak lurus berubah beraturan. Rumus glbb ini kita akan bagi menjadi dua bagian yakni rumus glbb dipercepat dan rumus glbb diperlambat. Topik ini merupakan kelanjutan dari konsep Jarak dan Perpindahan.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Apa itu gerak lurus berubah beraturan atau GLBB?

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) merupakan gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan yang berubah secara beraturan. Perubahan kecepatan yang beraturan ini menghasilkan percepatan yang tetap.

Sebuah benda dapat di katakan bergerak secara GLBB jika memenuhi karakteristik,

  • Kecepatannya berubah secara teratur, bertambah atau berkurang secara teratur.
  • Percepatannnya tetap/konstan.

Rumus GLBB ada berapa?

Rumus GLBB ada 3, yaitu

rumus glbb dipercepat

Tiga persamaan di atas merupakan rumus glbb di percepat. Sedangkan, untuk rumus glbb di perlambat adalah,

rumus glbb diperlambat

dengan,

Vt = kecepatan pada saat t = t, (m/s)
V0 = kecepatan pada saat t = 0, (m/s)
a = percepatan benda, bisa berarti dipercepat (a+) atau diperlambat (a-), (m/s2)
Xt = posisi pada saat t = t, (m)
X0 = posisi pada saat t = 0, (m)
t = selang waktu, (sekon)
s = jarak tempuh selama selang waktu t, (m)

Apa contoh benda yang bergerak GLBB?

Konsep gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dapat di gunakan untuk menjelaskan gerak vertikal ke atas, gerak jatuh bebas, dan gerak parabola.

Rumus GLBB diperlambat pada Gerak vertikal ke atas

Benda yang di lemparkan ke atas merupakan contoh gerak vertikal ke atas. Karena arah gerak benda keatas, sementara arah percepatan gravitasi bumi (g) ke bawah, maka percepatan benda adalah -g, atau

a = – g

Tanda minus ini menunjukkan benda di perlambat atau benda mengalami pengurangan kecepatan secara beraturan. Olehnya itu, maka rumus glbb diperlambat pada gerak vertikal keatas adalah,

  • Vt = V0 – gt
  • Vt2 = V02 – 2gh
  • Yt = Y0 + V0 . t – 1/2 gt2

di mana,

Vt = kecepatan pada saat t = t, (m/s)
V0 = kecepatan pada saat t = 0, (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi, (m/s2)
Yt = tinggi benda pada saat t = t, (m)
Y0 = tinggi benda pada saat t = 0, (m)
t = selang waktu, (sekon)
h = jarak tempuh (arah vertikal) selama selang waktu t, (m)

Rumus GLBB dipercepat pada Gerak vertikal ke bawah

Contoh benda yang bergerak vertikal ke bawah adalah benda jatuh bebas atau benda yang di lemparkan vertikal ke bawah. Karena arah gerak benda kebwah, dan arah percepatan gravitasi bumi (g) juga ke bawah, maka percepatan benda adalah +g, atau

a = +g

Tanda + menunjukkan benda dipercepat atau benda mengalami pertambahan kecepatan secara beraturan. Olehnya itu, maka rumus glbb dipercepat pada gerak vertikal ke bawah adalah,

  • Vty = V0y + gt
  • Vty2 = V0y2 + 2gh
  • Yt = Y0 – V0 . t – 1/2 gt2

dengan,

Vty = kecepatan pada saat t = t, (m/s)
V0y = kecepatan pada saat t = 0, (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi, (m/s2)
Yt = tinggi benda pada saat t = t, (m)
Y0 = tinggi benda pada saat t = 0, (m)
t = selang waktu, (s)
h = jarak tempuh (arah vertikal) selama selang waktu t, (m)

Jika benda di jatuhkan dari ketinggian tertentu, berarti kecepatan awalnya nol. Sehingga persamaan gerak atau rumus ‘GLBB‘nya menjadi,

  • Vty = gt
  • Vty2 = 2gh
  • Yt = Y0 – 1/2 gt2

Dalam bentuk yang lebih umum, yaitu,

  1. Vt = V0 + at
  2. Vt2 = V02 + 2as
  3. S = V0 . t + 1/2 at2

Rumus GLBB yang pertama, di gunakan untuk menganalisis hubungan antara v, a, dan t. Kemudian, rumus glbb yang kedua, untuk menganalisis hubungan antara v,a dan s. Sedangkan untuk rumus GLBB yang ketiga, untuk menganalis hubungan antara v, a, t dan s.

Apa itu s dalam rumus GLBB?

Variabel s dalam GLBB adalah panjang lintasan atau jarak tempuh benda yang bergerak lurus berubah beraturan (glbb). Jadi untuk menentukan jarak tempuh benda yang dipercepat, Anda bisa menggunakan rumus jarak glbb yaitu:

S = V0 . t + 1/2 at2

atau,

Vt2 = V02 + 2as

sedangkan untuk gerak di perlambatnya menggunakan persamaan,

S = V0 . t – 1/2 at2 atau Vt2 = V02 – 2as

Grafik GLBB

Hubungan antara variabel s, t, v, dan a pada gerak lurus berubah beraturan (glbb) dalam bentuk grafik dapat di gambarkan dalam bentuk.

Grafik hubungan posisi dengan waktu tempuh

Rumus GLBB, Grafik hubungan posisi dengan waktu tempuh

Grafik hubungan antara kecepatan dan waktu

Rumus GLBB, Grafik hubungan antara kecepatan dan waktu

Penerapan rumus glbb pada gerak parabola

Untuk benda yang bergerak parabola, lintasan benda berbentuk parabola. Lintasan ini dapat di gambarkan dalam bidang dua dimensi, yang biasanya di sebut gerak pada arah sumbu x dan gerak pada arah sumbu y. Khusus untuk gerak pada sumbu y, akan berlaku persamaan glbb. Sementara gerak pada sumbu x, merupakan gerak glb.

Demikian,
Semoga ada manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.