Pembelajaran Blended Learning

Pembelajaran Blended Learning

HermanAnis.com. Teman-teman semua, pada bahasan kali ini kita akan membahas tentang model model pembelajaran inovatif yakni Pembelajaran Blended Learning. Pembelajaran Blended Learning (BL) merupakan model pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan pembelajaran konvensional (tatap muka).

Bagi teman-teman yang berprofesi sebagai tenaga pendidik, ini penting untuk dipahami sebagai salah satu bentuk pembelajaran inovatif.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Baca Selengkapnya: Model-model pembelajaran Blended Learning

Staker & Horn (2012) mendefinisikan BL sebagai model pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan pembelajaran konvensional (tatap muka). Pada pembelajaran model ini, peserta didik di fasilitasi untuk dapat belajar dan mengulang materi secara mandiri secara online serta melakukan satu bagian sesi pembelajaran lainnya di lakukan secara tatap muka di dalam ruangan kelas.

Baca Selengkapnya : Pengertian Pembelajaran Blended Learning

Karakteristik model pembelajaran blended learning

Dalam penerapannya model pembelajaran BL ini learning memiliki 3 karakteristik utama (Prayitno, 2015) di antaranya yaitu:

  1. Model blended menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, dan menggunakan berbagai media berbasis teknologi;
  2. Model ini mengkombinasikan pola pembelajaran langsung (tatap muka),belajar mandiri, dan pembelajaran menggunakan sistem online;
  3. Guru dan orangtua memiliki peran yang sama penting, di mana guru berperan sebagai fasilitator dan orangtua berperan sebagai pendukung.

Baca juga: Bagaimana Merancang Model Pembelajaran BL?

Beberapa model pembelajaran blended learning yang cukup sering di gunakan dalam pembelajaran menurut Clayton Christensen Institute meliputi:

  1. Model Rotasi (Rotation Model): Model kelas Station Rotation, model kelas Lab/Whole Group Rotation, model kelas Flipped (Flipped Clasroom), model rotasi individu (Individual Rotation);
  2. Model Kelas Flex;
  3. Model Kelas Self-Blend;
  4. Model Enriched-Virtual.
Pembelajaran Blended Learning
Sumber: Staker & Horn, Classifying K–12 Blended Learning, 2012.

Proses penyusunan kegiatan belajar di sesuaikan dengan model BL yang di pilih serta beberapa karakteristik seperti fasilitas belajar, ketersediaan akses terhadap teknologi, usia dan kemampuan peserta didik, serta durasi jam pelajaran.

Selain itu, dalam menyusun dan mengkombinasikan kegiatan pembelajaran tatap muka dan online, guru perlu menguasai kemampuan-kemampuan seperti pemanfaatan data karakteristik peserta didik, teknik mengajar dan memfasilitasi pembelajaran secara individual dan kelompok, mengembangkan interaksi secara online, serta dapat mengaplikasikan kombinasi ketiga kemampuan tersebut kedalam praktek pembelajaran model ini.

Ada tiga komponen penting harus di perhatikan dalam merancang dan mengembangkan aktifitas pembelajaran dengan model BL yaitu:

  • Standar capaian dan tujuan pembelajaran;
  • Penilaian;
  • Kegiatan pembelajaran.

Beberapa aplikasi atau platform yang dapat di manfaatkan untuk model pembelajaran blended learning yaitu:

  • Moodle;
  • Edmodo;
  • Google Group (google classroom).
  • Zoom Meeting, dan lainnya

Baca Selengkapnya: Aplikasi yang cocok untuk Pembelajaran BL

Sebagai evaluasi selama kegiatan belajar berlangsung, alangkah baiknya jika guru membuat catatan mengenai hal-hal penting yang terjadi dan perlu di perbaiki untuk kegiatan selanjutnya.

Pembelajaran Blended Learning

Sumber Rujukan
Ali Muhtadi. 2019. Modul 4. Pembelajaran Inovatif. PPG dalam Jabatan Kemdikbud.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: