Enam Topi Berpikir – Edward De Bono

Enam Topi Berpikir - Edward De Bono

HermanAnis.com – Apakah anda pernah mendengar istilah “enam topi berpikir” atau “Six Thinking Hats“? Kalimat ini di populerkan oleh Edward de Bono.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Mungkin bayangan dalam pemikiran kita saat pertama kali mendengar atau membaca kalimat ini adalah pertanyaan-pertanyaan “bagaimana bentuk topinya”? topinya seperti apa sih? Dalam tulisan berikut ini, kita akan mengkaji apa sih “Six Thinking Hats” dari Edward de Bono?

A. Six Thinking Hats” dari Edward de Bono

Six Thinking Hats” adalah teknik berpikir yang sangat penting dan powerfull dalam membantu kita dalam beripikir untuk mengampil suatu keputusan berdasarkan sejumlah perspektif atau argumentasi yang rasional. Teknik ini diperkenalkan oleh Edward de Bono.

Dengan teknik ini, kita dapat keluar dari kebiasaan berpikir lama dan membantu melihat sesuatu/situasi secara lebih komprehensif atau lebih menyeluruh.

Edward de Bono memperkenalkan teknik ini dengan peta pemikiran, dengan berfokus pada pengambilan keputusan dengan menggunakan analogi-analogi enam topi beraneka warna.

Terkadang kita menemukan ada orang sukses atau orang pintarlah, yang memiliki cara berpikir atau sudut pandang pemikiran yang argumentatif, rasional dan positif, namun terkadang mereka gagal dalam menyikapi suatu masalah dari sudut pandang emosional, intuitif, kreatif atau negatifnya.

Olehnya itu, terkadang mereka atau mungkin kita sendiri terkadang mengabaikan ketidaksetujuan atau penolakan orang terhadap argumentasi yang kita ungkapkan.

Contoh lain, terhadap orang pesimis yang mungkin terlalu defensif, dan orang yang sangat emosional, mereka mungkin akan gagal mengambil keputusan secara tenang dan rasional.

Jika Anda ingin menyelesaikan suatu masalah, maka kita dapat menggunakan pendekatan Six Thinking Hats sebagai dasar dalam memberikan respon.

Dengan pendekatan ini, Anda dapat membuat keputusan dan rencana berdasarkan gabungan berbagai keinginan, keterampilan dalam mengeksekusi, kepekaan sosial, kreativitas, dan perencanaan darurat yang baik.

Baca Juga:
Bagaimana Cara Berdebat Dengan Benar?

B. Cara Menggunakan “enam topi berpikir”

Anda dapat menggunakan Six Thinking Hats” dalam aktivitas diskusi atau dalam aktivitas sendiri.

Dalam suatu pertemuan atau diskusi, teknik ini akan bermanfaat untuk menghentikan perdebatan/konfrontasi yang terjadi pada orang-orang yang berdebat/berdiskusi tentang suatu permasalahan menggunakan cara pandang atau cara berpikir yang berbeda.

Setiap “Topi Pemikiran” merupakan satu gaya atau cara berpikir yang berbeda. Six Thinking Hats” tersebut yakni:

Baca Juga : 
Hierarki Ketidaksetujuan Graham

1. Topi Putih

Dengan topi pemikiran topi putih, Anda akan fokus pada data yang tersedia. Lihatlah informasi yang Anda miliki, dan lihat juga apa yang dapat Anda dapat pelajari dari data tersebut.

Enam Topi Berpikir - Edward De Bono

Carilah celah atau ruang kosong dalam pengetahuan Anda, dan cobalah untuk mengisinya atau memperhitungkannya untuk menemukan hikmahnya.

Ketika memakai topi ini, Anda dapat menganalisis tren masa lalu, dan mencoba mengekstrapolasi dari data-data historis.

Baca Juga:
Adab Bertanya dalam Forum

2. Topi Merah

Ketika Anda ‘mengenakan’ topi merah, maka Anda akan melihat masalah menggunakan intuisi, reaksi naluri, dan emosi.

Topi Merah

Cobalah untuk memikirkan bagaimana reaksi orang lain secara emosional? Cobalah untuk memahami tanggapan orang-orang yang tidak sepenuhnya memahami alasan Anda.

Baca Juga:
Bagaimana Ciri Ciri Pertanyaan yang Baik?

3. Topi Hitam

Menggunakan pemikiran topi hitam, adalah melihat sisi buruk dari setiap keputusan. Anda perlu untuk melihatnya dengan sangat hati-hati dan defensif.

Selanjutnya, Mulailah dengan mencoba melihat mengapa itu tidak berhasil? Ini sangat penting untuk menyoroti titik lemah dalam sebuah rencana.

Enam Topi Berpikir - Edward De Bono

Sehingga memungkinkan Anda untuk menghilangkannya, mengubahnya, atau menyiapkan rencana lain atau darurat untuk mengatasinya.

Pemikiran topi hitam membantu membuat rencana Anda ‘lebih tangguh’ dan lebih fleksibel. Pemikiran ini dapat membantu Anda menemukan kelemahan dan risiko yang fatal sebelum Anda memulai suatu tindakan.

Teknik ini hitam memberikan manfaat secara nyata, oleh karena banyak orang sukses terbiasa berpikir positif sehingga seringkali mereka tidak dapat melihat masalah sebelumnya.

Hal ini dapat membuat mereka kurang siap dalam menghadapi kesulitan atau masalah yang mungkin muncul.

4. Topi Kuning

Topi kuning membantu Anda berpikir positif. Melalu sudut pandang optimis, tekni ini dapat membantu Anda untuk melihat semua manfaat dari keputusan dan nilai yang ada di dalamnya.

Enam Topi Berpikir - Edward De Bono

Olehnya itu, pemikiran Topi Kuning membantu Anda untuk terus maju ketika segala sesuatu terlihat suram atau sulit.

5. Topi hijau

Topi hijau melambangkan kreativitas. Di sinilah Anda dapat mengembangkan solusi ayau ide-ide yang kreatif untuk menyelesaikan suatu masalah.

Ini adalah sebuah cara berpikir freewheeling, di mana hanya ada sedikit kritik terhadap ide. Berbagai macam alat kreativitas dapat membantu Anda di sini.

6. Biru

Topi biru adalah analogi dari kontrol proses. Ini adalah topi yang di pakai oleh orang yang memimpin rapat.

Ketika mengalami situasi yang sulit karena ide-ide kreatif tidak muncul (mengering), maka si pengguna topi biru dapat mengarahkan aktivitas ke dalam pemikiran topi biru.

Enam Topi Berpikir - Edward De Bono

Ketika rencana darurat di perlukan, mereka kita dapat meminta pemikiran Topi hitam, atau yang lain.

Varian dari teknik ini adalah melihat masalah dari sudut pandang profesional yang berbeda (misalnya dokter, arsitek, di rektur penjualan, dll.) atau pelanggan yang berbeda.

C. Poin-Poin Utama

Six Thinking Hats” adalah teknik yang baik untuk mengambil keputusan berdasarkan sejumlah sudut pandang yang berbeda. Dengan teknik ini maka memungkinkan emosi dan skeptisisme yang ada dalam diri di libatkan dalam membuat keputusan yang rasional.

Hal ini membuka peluang munculnya ide-ide kreatif dalam pengambilan keputusan. Teknik ini dapat membantu orang yang pesimis untuk menjadi positif dan kreatif.

Teknik ini berguna untuk membantu Anda menghindari kesalahan dalam berargumentasi, dan membantu Anda menemukan alasan/argumentasi yang rasional dan tepat sebelum mengambil suatu tindakan.

Sumber Rujukan:

Tinggalkan Balasan

close
%d blogger menyukai ini: