Contoh Penilaian Sikap – Sosial dan Spritual

6 min read

Contoh Penilaian Sikap – Sosial dan Spritual

HermanAnis.Com – Tulisan ini akan memberikan informasi Contoh Penilaian Sikap: Penilaian oleh Pendidik dalam kurikulum 2013.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Contoh Penilaian Sikap

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kurikulum 2013 meliputi aspek penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal yang perlu di persiapkan oleh guru sebelum penilaian di lakukan adalah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan menyiapkan instrumen penilaian.

Contoh Penilaian Sikap – Sosial dan Spiritual

KKM akan di jadikan dasar untuk menetapkan kegiatan remedial atau pengayaan yang akan di laksanakan oleh peserta didik. KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang di tentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama antara kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya.

KKM di rumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek, yaitu

  1. karakteristik peserta didik (intake),
  2. karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan
  3. kondisi satuan pendidikan (guru dan daya dukung) pada proses pencapaian kompetensi.

Ada beberapa model KKM. Model KKM terdiri atas lebih dari satu KKM dan satu KKM. Satuan pendidikan dapat memilih salah satu dari model penetapan KKM tersebut. Setelah KKM di tentukan, capaian pembelajaran peserta didik dapat di evaluasi ketuntasannya.

Peserta didik yang belum mencapai KKM berarti belum tuntas, wajib mengikuti program remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM di nyatakan tuntas dan dapat diberikan pengayaan.

Berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Lingkup penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik; penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Sebelum kita membahas tentang contoh penilaian sikap, terlebih dahuluh kita bahas konsep-konep tentang penilaian sikap.

Penilaian Hasil belajar oleh pendidik terdiri atas penilaian:

  1. Sikap
  2. Pengetahuan, dan
  3. Keterampilan

Dalam bahasan kita kali ini, kita hanya akan membahas tentang Penilaian Sikap.

Baca Juga
cara merumuskan tujuan pembelajaran yang baik

Menurut Marzano & Pickering, 1997 (dalam Afandi dan Sajidan, 2017:117-118) terdapat lima dimensi belajar sebagai berikut:

1 Sikap dan Persepsi

Peran guru dalam dimensi belajar sikap dan persepsi adalah membantu peserta didik mengembangkan sikap dan persepsi positif tentang iklim belajar di kelas.

Beberapa bentuk sikap dan persepsi tersebut adalah,

  • perasaan di terima baik oleh guru maupun teman sebaya
  • percaya diri dan sikap menerima orang lain
  • membantu peserta didik mengembangkan sikap dan persepsi positif tentang tugas-tugas belajar di kelas
  • menerima tugas sebagai suatu hal yang menarik dan bernilai
  • mempercayai kemampuan untuk menyelesaikan tugas
  • memahami tugas dengan jelas

2 Memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan

Peran guru dalam memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan adalah membantu peserta didik memperoleh pengetahuan deklaratif. Beberapa bentuknya adalah,

  1. mengkonstruk makna pengetahuan deklaratif
  2. mengorganisasikan pengetahuan deklaratif
  3. menyimpan pengetahuan deklaratif
  4. membantu peserta didik memperoleh pengetahuan prosedural
  5. mengkonstruk model pengetahuan prosedural
  6. mempertajam pengetahuan prosedural
  7. menginternalisasikan pengetahuan prosedural

3 Memperluas dan menyaring pengetahuan

Peran guru dalam memperluas dan menyaring pengetahuan adalah membantu peserta didik mengembangkan proses panalaran kompleks.

Beberapa bentuknya adalah,

  1. membandingkan
  2. mengklasifikasikan
  3. mengabstraksikan
  4. penalaran induktif
  5. penalaran deduktif
  6. mengkonstruksi
  7. menganalisis kesalahan
  8. menganalisis perspektif

4 Menggunakan pengetahuan secara bermakna

Peran guru dalam menggunakan pengetahuan secara bermakna adalah membantu peserta didik mengembangkan proses panalaran kompleks. Beberapa bentuknya adalah,

  1. membuat keputusan
  2. memecahkan masalah
  3. invention
  4. penemuan eksperimental
  5. investigasi
  6. analisis sistem

5 Habits of minds (perilaku berpikir)

Peran guru dalam habits of minds (perilaku berpikir) adalah membantu peserta didik mengembangkan perilaku berpikir produktif dan mendorong dimensi-dimensi perilaku berpikir. Beberapa bentuknya adalah,

  • melihat keakuratan
  • melihat kejelasan
  • berpikir terbuka
  • menekan sikap impulsif
  • menempatan diri dalam situasi
  • merespon secara tepat perasaan dan tingkat pengetahuan orang lain

Berpikir kreatif

  • tekun
  • mendorong pengetahuan dan kemampuan sampai batas akhir
  • menghasilkan, percaya dan menata standar evaluasi diri sendiri
  • keluar dari batasan standar yang di tetapkan

Pengaturan diri dalam berpikir

  • memonitor pemikiran sendiri
  • merencanakan secara tepat kegiatan berpikir
  • mengidentifikasi dan menggunakan sumber daya yang di miliki
  • merespon umpan balik secara tepat
  • mengevaluasi efektivitas tindakan

Pelaksanaan penilaian sikap di tujukan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas sebagai hasil pendidikan.

Di samping itu penilaian sikap di maksudkan juga untuk mengetahui capaian/perkembangan sikap peserta didik dan memfasilitasi tumbuhnya perilaku peserta didik sesuai butir-butir nilai sikap dari KI-1 dan KI2.

Teknik Penilaian Sikap

Penilaian sikap di lakukan dengan teknik observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Penilaian diri dan penilaian antar teman di lakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter peserta didik, yang hasilnya dapat di jadikan sebagai salah satu data konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik.

1) Observasi

Teknik penilaian observasi dapat menggunakan instrumen berupa lembar observasi, atau buku jurnal (selanjutnya di sebut jurnal).

Contoh penilaian sikap untuk penilaian diri menggunakan instrumen penilaian diri. Penilaian antar teman menggunakan instrumen penilaian antar teman.

Penilaiaan sikap dengan teknik observasi dapat di lakukan menggunakan lembar observasi.

Lembar observasi merupakan instrumen yang dapat digunakan oleh pendidik untuk memudahkan penyusunan laporan hasil pengamatan terhadap perilaku peserta didik yang berkaitan dengan sikap spiritual dan sikap sosial.

Sikap yang di amati adalah sikap yang tercantum dalam indikator pencapaian kompetensi pada KD untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Pada mata pelajaran selain PABP dan PPKn, sikap yang di amati tercantum pada KI-1 dan KI-2.

Lembar observasi yang di gunakan untuk mengamati sikap dapat berupa lembar observasi tertutup dan lembar observasi terbuka.

a) Lembar observasi tertutup

Contoh penilaian sikap dapat menggunakan lembar observasi tertutup, pendidik menentukan secara sistematis butir-butir perilaku yang akan di observasi beserta indikator-indikatornya.

b) Lembar observasi terbuka

Jurnal biasanya di gunakan untuk mencatat perilaku peserta didik yang “ekstrim.” Jurnal tidak hanya didasarkan pada apa yang di lihat langsung oleh pendidik, walikelas, dan guru BK, tetapi juga informasi lain yang relevan dan valid yang di terima dari berbagai sumber.

Pengamatan dengan jurnal mencatat perilaku peserta didik yang muncul secara alami selama satu semester.

Perilaku peserta didik yang dicatat di dalam jurnal pada dasarnya adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan butir sikap yang terdapat dalam aspek sikap spiritual dan sikap sosial.

Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang di lengkapi denganwaktu teramatinya perilaku tersebut, serta perlu di cantumkan tanda tangan peserta didik.

Apabila seorang peserta didik pernah memiliki catatan sikap yang kurang baik, jika pada kesempatan lain peserta didik tersebut telah menunjukkan perkembangan sikap (menuju atau konsisten) baik pada aspek atau indikator sikap yang di maksud, maka di dalam jurnal harus di tulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah (menuju atau konsisten) baik atau bahkan sangat baik.

Dengan demikian, yang di catat dalam jurnal tidak terbatas pada sikap kurang baik dan sangat baik, tapi juga setiap perkembangan menuju sikap yang di harapkan.

Berdasarkan jurnal tersebut pendidik membuat deskripsi penilaian sikap peserta didik dalam kurun waktu satu semester.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian (mengikuti perkembangan) sikap dengan teknik observasi:

  1. Jurnal penilaian (perkembangan) sikap di tulis oleh wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK selama periode satu semester. (khusus untuk SD hanya ditulis oleh wali kelas dan guru mata pelajaran)
  2. Bagi wali kelas, 1 (satu) jurnal di gunakan untuk satu kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk guru mata pelajaran, 1 (satu) jurnal di gunakan untuk setiap kelas yang di ajarnya. Bagi guru BK, 1 (satu) jurnal digunakan untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.
  3. Perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik dapat di catat dalam 1 (satu) jurnal atau dalam 2 (dua) jurnal yang terpisah.
  4. Peserta didik yang di catat dalam jurnal pada dasarnya adalah mereka yang menunjukkan perilaku yang sangat baik atau kurang baik secara alami (peserta didik yang menunjukkan sikap baik tidak harus di catat dalam jurnal).
  5. Perilaku sangat baik atau kurang baik yang di catat dalam jurnal tersebut tidak terbatas pada butir-butir nilai sikap (perilaku) yang hendak di tanamkan melalui pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung sebagaimana di rancang dalam RPP, tetapi juga butir-butir nilai sikap lainnya yang di tumbuhkan dalam semester itu selama sikap tersebut di tunjukkan oleh peserta didik melalui perilakunya secara alami.
  6. Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK mencatat (perkembangan) sikap peserta didik segera setelah mereka menyaksikan dan/atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik sangat baik/kurang baik yang di tunjukkan peserta didik secara alami.
  7. Apabila peserta didik tertentu pernah menunjukkan sikap kurang baik, ketika yang bersangkutan telah (mulai) menunjukkan sikap yang baik (sesuai harapan), sikap yang (mulai) baik tersebut harus di catat dalam jurnal.
  8. Pada akhir semester guru mata pelajaran dan guru BK merekap perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkan hasil rekapan tersebut kepada wali kelas untuk di olah lebih lanjut.

2) Penilaian Diri

Contoh penilaian sikap untuk penilaian diri dalam penilaian sikap merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri (peserta didik) dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan sikapnya dalam berperilaku.

Hasil penilaian diri peserta didik dapat di gunakan sebagai data konfirmasi perkembangan sikap peserta didik.

Selain itu, penilaian diri peserta didik juga dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri.

Instrumen penilaian diri dapat berupa lembar penilaian diri yang berisi butir-butir pernyataan sikap positif yang di harapkan dengan menggunakan kolom ya dan tidak atau dapat juga menggunakan skala likert.

3) Penilaian antar teman

Contoh penilaian sikap untuk penilaian antar teman merupakan teknik penilaian yang di lakukan oleh seorang peserta didik (penilai) terhadap peserta didik yang lain terkait dengan sikap/perilaku peserta didik yang dinilai.

Sebagaimana penilaian diri, hasil penilaian antar teman dapat di gunakan sebagai data konfirmasi.

Selain itu penilaian antar teman juga dapat di gunakan untuk menumbuhkan beberapa nilai seperti kejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai.

Contoh Pelaksanaan Penilaian Sikap

Contoh penilaian sikap oleh guru mata pelajaran dapat di lakukan selama proses pembelajaran (pada jam pelajaran) dan/atau di luar jam pembelajaran, guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas (selama peserta didik di luar jam pelajaran).

Jika penilaian sikap spiritual dan sosial dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap spiritual dan sosial di dalam kelas maupun di luar jam pembelajaran di lakukan oleh guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK.

Selanjutnya, Contoh penilaian sikap oleh Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas dapat melalui/mengikuti perkembangan sikap spiritual dan sosial, serta mencatat perilaku peserta didik yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku peserta didik.

Pengolahan Hasil Penilaian Sikap

Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai/perkembangan sikap selama satu semester:

  1. Guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK masing-masing mengelompokkan (menandai) catatan-catatan sikap pada jurnal yang di buatnya kedalam sikap spiritual dan sikap sosial (apabila pada jurnal belum ada kolom butir nilai).
  2. Guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK masing-masing membuat rumusan deskripsi singkat sikap spiritual dan sikap sosial berdasarkan catatan-catatan jurnal untuk setiap peserta didik.
  3. Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK. Dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas yang bersangkutan, wali kelas menyimpulkan (merumuskan deskripsi) capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik.
  4. Pelaporan hasil penilaian sikap dalam bentuk predikat dan deskripsi.
Contoh Penilaian Sikap - Sosial dan Spritual

Pemanfaatan dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Sikap

Contoh penilaian sikap untuk perilaku sikap spiritual dan sosial yang teramati dan tercatat dalam jurnal guru, wali kelas maupun guru BK harus menjadi dasar untuk pelaksanaan tindak lanjut oleh pihak sekolah.

Bila perilaku sikap yang kurang termasuk dalam sikap spiritual maupun sikap sosial, tindak lanjut berupa pembinaan terhadap peserta didik dapat dilakukan oleh semua pendidik di sekolah.

Untuk Format Penilaian dalam Format Microsoft Word dapat anda dowload pada link Contoh Format Penilaian Sikap – Sosial dan Spritual

Jika informasi ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengklik iklan yang tampil. Hal tersebut akan sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi kami. Terima kasih.

Sumber:

Demikian, Semoga bermanfaat
Obia Cafe Makassar

Angket Gaya Belajar

Herman
1 min read

Angket Minat Belajar

Herman
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *