Sintaks Problem Based Learning

Sintaks Problem Based Learning

HermanAnis.com – Sintaks Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran berbasis masalah (PBM). PBL merupakan salah satu pendekatan atau model pembelajaran yang di sarankan untuk digunakan dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi (PT) maupun di jenjang Sekolah Menengah.

Catatan buat pembaca:
Pada setiap tulisan dalam www.hermananis.com, semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini.

Sintaks Problem Based Learning

Walaupun pada awalnya dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah kedokteran tetapi pada perkembangan selanjutnya diterapkan dalam pembelajaran secara umum.

Baca Juga: Karakteristik PBL

Pengertian atau Definisi Pembelajaran Berbasis Masalah menurut Ahli

Model pembelajaran ini menyajikan suatu masalah yang nyata bagi peserta didik sebagai awal pembelajaran kemudian di selesaikan melalui penyelidikan dan di terapkan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.

Beberapa definisi Problem Based Learning (PBL) dari Ahli,

Duch,

Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata.

Masalah ini di gunakan untuk mengikat peserta didik pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud.

Arends,

Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana peserta didik di hadapkan pada masalah autentik (nyata) sehingga di harapkan mereka dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan tingkat tinggi dan inkuiri, memandirikan peserta didik, dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Glazer,

Problem Based Learning merupakan suatu strategi pengajaran di mana peserta didik secara aktif di hadapkan pada masalah kompleks dalam situasi yang nyata.

  • Pertama, permasalahan harus sesuai dengan konsep dan prinsip yang akan di pelajari.
  • Kedua, permasalahan yang di sajikan adalah permasalahan riil, artinya masalah itu nyata ada dalam kehidupan sehari-hari peserta didik

Barrow (1980, Barret, 2005)

Problem Based Learning sebagai, “The learning that results from the process of working towards the understanding of a resolution of a problem. The problem is encountered first in the learning process.”

Cunningham et.al.(2000, Chasman er.al., 2003)

…Problem-based learning (PBL) has been defined as a teaching strategy that “simultaneously develops problem-solving strategies, disciplinary knowledge, and skills by placing students in the active role as problem-solvers confronted with a structured problem which mirrors real-world problems”.

Landasan PBL adalah kolaborativisme, suatu pandangan yang berpendapat bahwa peserta didik akan menyusun pengetahuan dengan cara membangun penalaran dari semua pengetahuan yang sudah dimilikinya dan dari semua yang di peroleh sebagai hasil kegiatan berinteraksi dengan sesama individu.

Hal tersebut juga menyiratkan bahwa proses pembelajaran berpindah dati transfer informasi ke proses konstruksi pengetahuan yang sifatnya social dan individual. Menurut paham konstruktivisme, manusia hanya dapat memahami melalui segala sesuatu yang di konstruksinya sendiri.

Dari informasi tersebut dapat di simpulkan bahwa Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada masalah dunia nyata (real world) untuk memulai pembelajaran dan merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada peserta didik .

Pembelajaran model ini lebih mengutamakan proses belajar, dimana tugas guru harus memfokuskan diri untuk membantu peserta didik, mencapai keterampilan mengarahkan diri.

Sehingga, peran Guru dalam model ini adalah sebagai penyaji masalah, penanya, mengadakan dialog, membantu menemukan masalah, dan pemberi fasilitas pembelajaran.

Sintaks Problem Based Learning

Sintaks Problem Based Learning (PBL)

Barret (2005) menjelaskan Sintaks Problem Based Learning (PBL) sebagai berikut:

Sintaks Problem Based Learning

Tahap pertama, proses orientasi peserta didik pada masalah – Sintaks problem based learning

Peserta didik diberi permasalahan oleh guru (atau permasalahan di ungkap dari pengalaman peserta didik).

Pada tahap ini guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang di perlukan, memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah, dan mengajukan masalah.

Tahap kedua, mengorganisasi peserta didik – Sintaks problem based learning

Pada tahap ini guru membagi peserta didik kedalam kelompok, membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah.

Tahap ketiga, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok – Sintaks problem based learning

Pada tahap ini guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang di butuhkan, melaksanakan eksperimen dan penyelidikan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

Tahap keempat, mengembangkan dan menyajikan hasil – Sintaks problem based learning

Pada tahap ini guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan laporan, dokumentasi, atau model, dan membantu mereka berbagi tugas dengan sesama temannya.

Tahap kelima, menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah – Sintaks problem based learning

Pada tahap ini guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses dan hasil penyelidikan yang mereka lakukan.

Dalam bentuk bagan, Sintaks Problem Based Learning (PBL) di berikan pada gambar di bawah.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan PBL

Uraian kelima Sintaks Problem Based Learning (PBL) yang dilakukan dalam pelaksanaannya di berikan dalam tabel di bawah ini :

NoSintaks/faseKegiatan GuruKegiatan Peserta Didik
1Orientasi peserta didik pada masalahGuru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang di perlukan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi Peserta Didik untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah.Peserta Didik diberi permasalahan oleh guru (atau permasalahan di ungkap dari
pengalaman Peserta Didik
2Mengorganisasi peserta DidikGuru membagi Peserta Didik ke dalam kelompok, membantu Peserta Didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah.Peserta Didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan melakukan hal-hal berikut:

Mengklarifikasi kasus permasalahan yang di berikan.

Mendefinisikan masalah

Melakukan tukar pikiran berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki

Menetapkan hal-hal yang di perlukan untuk menyelesaikan masalah

Menetapkan hal-hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah
3Membimbing penyelidikan
individu maupun kelompok
Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang di butuhkan, melaksanakan eksperimen dan penyelidikan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Peserta Didik melakukan kajian secara independen berkaitan dengan masalah yang harus di selesaikan. Mereka dapat melakukannya dengan cara mencari sumber di perpustakaan, database, internet, sumber personal atau
melakukan observasi
4Mengembangkan dan menyajikan hasilGuru membantu Peserta Didik dalam merencanakan dan menyiapkan laporan, dokumentasi, atau model, dan membantu mereka berbagi tugas dengan sesama. Peserta Didik kembali kepada kelompok Problem Based Learning semula untuk melakukan tukar informasi, pembelajaran teman sejawat, dan bekerjasaman dalam menyelesaikan masalah dan Peserta Didik menyajikan solusi yang mereka temukan.
5Menganalisis dan
mengevaluasi proses dan
hasil pemecahan masalah
Guru membantu Peserta Didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses dan hasil penyelidikan yang
mereka lakukan.
Peserta Didik di bantu oleh guru melakukan evaluasi berkaitan dengan seluruh kegiatan pembelajaran. Hal ini meliputi sejauhmana pengetahuan yang sudah di peroleh oleh Peserta Didik serta bagaiman peran masing-masing Peserta Didik dalam kelompok

Jika informasi ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengklik iklan yang tampil. Hal tersebut akan sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi kami. Terima kasih.

Daftar Rujukan

  • Duch, B. J., Groh, S. E, & Allen, D. E. (Eds.). (2001). The power of problem-based learning. Sterling, VA: Stylus.
  • Grasha, A. F. (1996). Teaching with style: A practical guide to enhancing learning by understanding teaching and learning styles. Pittsburgh: Alliance Publishers.
  • Barret, Terry (2005). Understanding Problem Based Learning. [online]. Tersedia pada: https://trepo.tuni.fi/bitstream/handle/10024/65679/understanding_problem_based_learning_2006.pdf?sequence=1 [09 – 08 -2021]
  • Waters, R and McCracken, M. Assessment and Evaluation In Problem Based Learning. Georgia Intitute of Technoloy : Georgia. Tersedia pada: https://ieeexplore.ieee.org/document/635894/ [08 – 08 -2021]
  • Miao, Yongwu et.al. (-).PBL-protocols: Guiding and Controlling Problem Based Learning Processes in Virtual Learning Environment. GMD : Darmstad. Tersedia pada:https://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.444.2063&rep=rep1&type=pdf [01-08-2021]
  • Liu, Min. (2005). Motivating Students Through Problem-based Learning. University of Texas : Austin. Tersedia pada: https://authorzilla.com/xjJVD/motivating-students-through-problem-based-learning-sullivan [02-08-2021]
  • Dindin Abdul Muiz Lidinillah. PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING)

Demikian informasi tentang Sintaks Problem Based Learning (PBL)
Semoga bermanfaat.

Salam Sehat
Hr Sop, ditulis di Mycoffee Makassar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: