Kelebihan dan Kekurangan TPACK

Kelebihan dan kekurangan TPACK 1

HermanAnis.com – Teman-teman semua, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang salah satu keterampilan dan kemampuan yang perlu dimiliki oleh pendidik yakni TPACK, dimana pembahasan kita akan fokus pada Kelebihan dan Kekurangan TPACK serta tantangannya dalam pembelajaran.

Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Flipped Classroom

Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) adalah kerangka kerja yang telah banyak digunakan dalam dunia pendidikan untuk membantu guru mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Namun, seperti halnya kerangka kerja lainnya, TPACK memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh pendidik. Artikel ini akan mengulas beberapa kelebihan dan kekurangan Model TPACK beserta referensinya.

Kelebihan dan Kekurangan TPACK 1

Baca Juga: Tujuh Komponen TPACK

A. Kelebihan dan Kekurangan TPACK

1. Kelebihan TPACK

Berikut beberapa kelebihan penerapan TPACK dalam pembelajaran yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber.

a. Integrasi yang Holistik

TPACK menawarkan pendekatan holistik untuk pengajaran dengan menggabungkan tiga aspek kunci: pengetahuan materi, pengetahuan pedagogis, dan pengetahuan teknologi. Ini memungkinkan guru untuk lebih efektif mengintegrasikan teknologi dalam materi pelajaran yang mereka ajarkan.

b. Peningkatan Hasil Pembelajaran

Dengan memadukan pengetahuan tentang materi, strategi pengajaran, dan teknologi, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi siswa. Hal ini dapat menghasilkan peningkatan pemahaman dan prestasi siswa.

c. Pengembangan Kemampuan Guru

Model TPACK memacu guru untuk mengembangkan kompetensi dalam tiga domain kunci: materi, pengajaran, dan teknologi. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru, membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran digital.

d. Pembelajaran Personal

Model TPACK memungkinkan guru untuk lebih personal dalam mengajar. Mereka dapat menyesuaikan penggunaan teknologi dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman siswa, sehingga setiap siswa dapat belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka.

e. Mendorong Kreativitas Guru

Integrasi teknologi dalam Model TPACK dapat mendorong guru untuk menjadi lebih kreatif dalam merancang pengalaman pembelajaran. Mereka dapat menciptakan sumber daya pembelajaran yang beragam, seperti video pembelajaran, simulasi, dan proyek kolaboratif.

f. Kesiapan untuk Masa Depan

Model TPACK membantu guru dan siswa untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia digital masa depan. Dengan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, siswa belajar untuk menjadi mahir dalam penggunaan teknologi, yang merupakan keterampilan kunci dalam dunia kerja modern.

Baca Juga:
Sintaks PBL

2. Kekurangan TPACK

Berikut beberapa kekurangan dalam penerapan TPACK dalam pembelajaran yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber.

a. Kompleksitas yang Tinggi

Integrasi efektif dari TPACK membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang ketiga komponen utama, yang dapat mengakibatkan beban kerja yang tinggi bagi guru. Ini dapat menjadi tantangan bagi pendidik yang harus mengatasi kurikulum yang padat.

b. Persyaratan Pelatihan yang Intensif

Untuk mengimplementasikan TPACK dengan baik, guru seringkali perlu melalui pelatihan yang intensif. Ini memerlukan waktu, sumber daya, dan dukungan yang cukup untuk memastikan guru memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.

c. Tidak Semua Guru Siap

Tidak semua guru memiliki minat atau kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pengajaran mereka. Model TPACK mungkin tidak sesuai untuk semua konteks pembelajaran atau guru yang belum siap secara teknologi.

B. Tantangan dalam penerapan TPACK dalam Pembelajaran

1. Perubahan Kurikulum

Implementasi Model TPACK seringkali memerlukan perubahan dalam kurikulum sekolah, yang dapat menjadi proses yang kompleks dan memakan waktu. Ini termasuk penyesuaian materi pelajaran dan tujuan pembelajaran untuk mencerminkan integrasi teknologi.

2. Infrastruktur dan Aksesibilitas

Tantangan teknis mungkin muncul terkait dengan infrastruktur teknologi di sekolah dan aksesibilitas perangkat dan internet bagi siswa. Tidak semua sekolah memiliki sumber daya yang memadai untuk mendukung implementasi Model TPACK.

3. Pembaruan Terus-Menerus

Dunia teknologi terus berubah dengan cepat, dan guru perlu terus-menerus memperbarui pengetahuan teknologi mereka. Ini memerlukan komitmen untuk pembelajaran sepanjang hayat dan penyesuaian terhadap perkembangan baru dalam teknologi.

TPACK adalah alat yang berharga untuk memperkaya pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin digital. Namun, tantangan seperti perubahan kurikulum, masalah teknis, dan pembaruan berkelanjutan harus ditangani dengan bijaksana agar penggunaan Model TPACK menjadi sukses dalam konteks pendidikan.

Kesimpulan

Model TPACK adalah kerangka kerja yang berharga dalam dunia pendidikan, memungkinkan guru untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pembelajaran. Namun, untuk memanfaatkannya sepenuhnya, guru perlu memahami tantangan dan persyaratan yang terkait. Dengan pemahaman yang baik tentang kelebihan dan kekurangan TPACK, pendidik dapat membuat keputusan yang tepat dalam penggunaan teknologi dalam pengajaran.

Referensi:

  1. Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017-1054.
  2. Archambault, L., & Crippen, K. (2009). Examining TPACK among K-12 online distance educators in the United States. Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 9(1), 71-88.

Baca Juga:
Langkah Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

Rujukan

  • Herring, Mary C., Koehler, Matthew J., & Misra, P. (2007). Handbook of Technological Content Knowledge (TPACK) for educator (2nd edition). New York: Routledge.
  • Pujiriyanto. 2019 Modul 2. Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21. Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas, Tim Pengembang Subtansi PPG Pedagogik.

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca