Apa itu apersepsi?

8 min read

Apa itu apersepsi?

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan ini kita akan membahas satu topik dalam pembelajaran yakni apersepsi dengan judul apa itu apersepsi? Secara umum apersepsi atau apperception adalah istilah yang di gunakan dalam psikologi dan pendidikan yang merujuk pada proses mental di mana informasi atau pengalaman baru di interpretasikan dan di pahami oleh seseorang berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman sebelumnya yang sudah ada dalam pikiran mereka.

A. Apa itu apersepsi menurut pakar?

Apersepsi adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin “ad-” (berarti “ke arah” atau “menuju”) dan “pre-“(berarti “sebelumnya”), yang secara harfiah berarti “menuju sebelumnya” atau “mempersiapkan sebelumnya.” Dalam psikologi dan pendidikan, konsep apersepsi merujuk pada proses kognitif di mana informasi atau pengalaman baru di interpretasikan dan di analisis oleh pikiran kita berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman sebelumnya.

Istilah apersepsi pertama kali diperkenalkan oleh filsuf dan psikolog Jerman, Hermann von Helmholtz (1821-1894), dan kemudian di kembangkan oleh psikolog Swiss, Jean Piaget (1896-1980).

Pentingnya apperception dalam proses belajar dan pemahaman adalah bahwa informasi baru yang di terima oleh seseorang akan di pahami dan di proses melalui filter pengetahuan, pengalaman, dan persepsi yang sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu, setiap individu dapat memiliki interpretasi yang berbeda terhadap informasi yang sama berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadi mereka.

Sebagai contoh, saat Anda membaca buku tentang astronomi, pemahaman Anda tentang bacaan tersebut akan sangat di pengaruhi oleh pengetahuan sebelumnya tentang ilmu pengetahuan, konsep fisika, dan pengetahuan tentang benda langit. Jika Anda belum pernah belajar tentang fisika atau astronomi sebelumnya, maka pemahaman Anda mungkin akan berbeda dari seseorang yang memiliki pengetahuan luas tentang topik tersebut.

Dalam konteks pendidikan, penting bagi pendidik untuk memahami tingkat pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dari siswa mereka. Dengan demikian, mereka dapat menyusun metode pengajaran yang lebih efektif dan sesuai untuk memastikan bahwa informasi baru yang di berikan dapat terhubung dengan pengetahuan yang sudah di miliki oleh siswa, sehingga proses apersepsi dapat berlangsung secara efisien.

Jadi, secara umum, apersepsi adalah proses mental yang memungkinkan kita untuk memahami, menginterpretasikan, dan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah ada dalam pikiran kita.

Apa itu apersepsi?

B. Arti apersepsi dalam pembelajaran

Dalam pembelajaran, apersepsi merujuk pada konsep psikologi dan pendidikan yang mengacu pada cara informasi atau pengalaman baru di pahami, di interpretasi, dan di hubungkan dengan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman sebelumnya yang telah ada dalam pikiran seseorang. Hal ini sangat relevan dalam konteks pembelajaran karena mempengaruhi bagaimana individu menyerap, mengolah, dan mengingat informasi baru.

Pentingnya apersepsi dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya:
    Melalui apersepsi, siswa dapat mengaitkan konsep atau informasi baru dengan pengetahuan yang sudah di miliki sebelumnya. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi siswa, dan mereka lebih mampu memahami dan mengingat materi pelajaran.
  2. Memahami perbedaan individual:
    Apersepsi memungkinkan guru untuk memahami perbedaan individual dalam pengetahuan dan pengalaman siswa. Dengan mengetahui latar belakang dan pemahaman sebelumnya dari siswa, guru dapat menyesuaikan metode pengajaran untuk mengoptimalkan pemahaman dan retensi informasi.
  3. Meningkatkan motivasi belajar:
    Jika siswa melihat relevansi dan pentingnya informasi baru dengan pengetahuan mereka sebelumnya, mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
  4. Mencegah kesalahpahaman:
    Apersepsi membantu mengidentifikasi kesalahpahaman atau konsep-konsep yang salah yang mungkin di miliki siswa sebelumnya. Dengan demikian, guru dapat mengoreksi dan menyajikan informasi yang benar untuk membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik.
  5. Membantu dalam pemecahan masalah:
    Dengan melibatkan apersepsi, siswa dapat menggunakan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya untuk memecahkan masalah baru. Informasi yang terkait dengan pengetahuan yang sudah ada dapat memberikan landasan yang kuat untuk merumuskan solusi yang tepat.

Dalam praktiknya, guru dapat menerapkan prinsip apersepsi dengan mengaitkan materi baru dengan pengalaman hidup siswa, menggunakan contoh yang relevan dengan kehidupan mereka, dan mengajukan pertanyaan yang mendorong siswa untuk mengaitkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.

Namun, penting untuk di ingat bahwa apersepsi adalah proses individual, dan setiap siswa memiliki latar belakang pengetahuan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang beragam dan inklusif dapat membantu memenuhi kebutuhan beragam siswa dalam kelas.

C. Apa kegunaan apersepsi?

Kegunaan apersepsi adalah untuk membantu individu dalam memahami dan mengolah informasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman sebelumnya yang telah ada. Berikut adalah beberapa manfaat atau kegunaan apersepsi:

  1. Memahami informasi baru:
    Dengan menggunakan apersepsi, individu dapat memahami informasi atau konsep baru dengan lebih baik karena mereka dapat mengaitkannya dengan pengetahuan yang sudah di miliki sebelumnya. Ini membantu dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam dan terintegrasi.
  2. Mempermudah belajar:
    Apersepsi membantu membuat pembelajaran lebih bermakna dan relevan bagi individu. Ketika informasi baru terhubung dengan pengetahuan sebelumnya, proses belajar menjadi lebih mudah karena ada fondasi pengetahuan yang sudah ada.
  3. Meningkatkan retensi informasi:
    Dengan mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, apersepsi membantu meningkatkan retensi atau kemampuan untuk mengingat informasi tersebut. Informasi yang relevan dengan pengetahuan sebelumnya cenderung lebih mudah di ingat dan di panggil kembali.
  4. Memfasilitasi pemecahan masalah:
    Apersepsi memungkinkan individu untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya sebagai bahan bakar untuk pemecahan masalah. Dengan memahami dan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada, individu dapat merumuskan solusi yang lebih kreatif dan efektif.
  5. Meningkatkan motivasi belajar:
    Ketika individu menyadari relevansi dan pentingnya informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya, mereka lebih cenderung termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
  6. Menghindari kesalahpahaman:
    Apersepsi membantu mengidentifikasi kesalahpahaman atau konsep-konsep yang salah yang mungkin dimiliki individu sebelumnya. Dengan memahami kesalahan tersebut, individu dapat memperbaikinya dan membangun pemahaman yang lebih benar.
  7. Meningkatkan pemahaman konsep yang kompleks:
    Ketika individu sudah memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep-konsep dasar, apersepsi dapat membantu mereka memahami konsep yang lebih kompleks yang di bangun di atas pengetahuan tersebut.

Dengan memahami dan mengenali pentingnya apersepsi, pendidik dapat mengadopsi metode pengajaran yang lebih efektif, seperti menyajikan materi dengan cara yang relevan dengan pengalaman hidup siswa, menggunakan contoh-contoh yang terkait dengan pengetahuan mereka, dan memberikan tugas yang mendorong siswa untuk menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.

D. Apa itu apersepsi dalam RPP?

Dalam konteks RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), istilah “apersepsi” merujuk pada pendahuluan atau pendekatan awal yang di lakukan oleh guru untuk mengaitkan atau menghubungkan materi pelajaran yang akan di ajarkan dengan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman sebelumnya yang sudah di miliki oleh siswa.

Dalam RPP, apersepsi biasanya mencakup beberapa langkah atau strategi yang di rancang untuk mempersiapkan siswa secara mental sebelum memasuki materi pelajaran yang baru. Tujuan dari apersepsi dalam RPP adalah agar siswa lebih mudah memahami dan menyerap informasi baru yang akan di sampaikan oleh guru.

Beberapa contoh strategi apersepsi dalam RPP meliputi:

  1. Pertanyaan awal:
    Guru dapat memulai pelajaran dengan bertanya kepada siswa tentang pengetahuan atau pengalaman mereka yang terkait dengan topik yang akan di ajarkan. Pertanyaan ini bertujuan untuk membangkitkan pengetahuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi baru yang akan di pelajari.
  2. Diskusi kelompok:
    Siswa dapat berdiskusi dalam kelompok tentang topik yang akan di ajarkan. Diskusi ini membantu mengaktifkan pengetahuan sebelumnya dan membantu siswa saling mengingatkan satu sama lain tentang konsep-konsep yang relevan.
  3. Video atau gambar pendukung:
    Guru dapat menunjukkan video atau gambar yang terkait dengan topik yang akan di ajarkan. Hal ini dapat membantu menarik minat siswa dan menghubungkan materi baru dengan pengalaman visual yang relevan.
  4. Anecdote atau cerita singkat:
    Guru dapat memulai pelajaran dengan menceritakan sebuah anekdot atau cerita singkat yang terkait dengan topik pelajaran. Ini dapat membantu siswa merasa lebih terlibat dan dapat memicu hubungan dengan pengetahuan atau pengalaman sebelumnya yang serupa.
  5. Brainstorming:
    Melalui sesi brainstorming, guru dapat mengajak siswa untuk mengeluarkan ide-ide terkait dengan topik pelajaran. Aktivitas ini dapat membantu mengaktifkan pengetahuan sebelumnya dan mempersiapkan siswa untuk menerima informasi baru.

Strategi apersepsi dalam RPP harus di pilih dengan cermat sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran yang akan di ajarkan. Dengan menggunakan strategi apperception yang tepat, guru dapat membantu siswa lebih siap secara mental untuk belajar dan memaksimalkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran yang baru.

Baca juga: Contoh Apersepsi pada materi Besaran, Satuan dan Pengukurannya

E. Contoh kegiatan apersepsi itu apa ya?

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan apersepsi yang dapat di gunakan dalam pembelajaran:

  1. Kuis Awal:
    Guru dapat memulai pelajaran dengan mengadakan kuis singkat yang berhubungan dengan topik yang akan diajarkan. Kuis ini dapat membantu mengingatkan siswa tentang pengetahuan sebelumnya yang relevan dengan materi baru.
  2. Gambar Asosiasi:
    Guru menampilkan gambar yang terkait dengan topik pelajaran. Siswa di minta untuk menyebutkan hal-hal yang mereka lihat atau ingat dari gambar tersebut yang berkaitan dengan materi yang akan di ajarkan.
  3. Berbagi Pengalaman:
    Siswa di minta untuk berbagi pengalaman mereka terkait dengan topik yang akan di ajarkan. Misalnya, jika topiknya adalah tentang cuaca, siswa dapat berbagi pengalaman mereka tentang musim yang berbeda di wilayah tempat tinggal mereka.
  4. Brainstorming:
    Guru dapat mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam sesi brainstorming tentang topik pelajaran. Siswa di minta untuk menyebutkan apa saja yang mereka ketahui atau pikirkan tentang topik tersebut.
  5. Diskusi Kelompok:
    Siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan di minta untuk berdiskusi tentang topik yang akan di ajarkan. Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan temuan mereka kepada seluruh kelas.
  6. Pertanyaan Awal:
    Guru dapat memulai pelajaran dengan bertanya kepada siswa tentang apa yang mereka ketahui tentang topik yang akan diajarkan. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengaktifkan pengetahuan sebelumnya.
  7. Video atau Film Singkat:
    Guru menampilkan video pendek yang relevan dengan topik pelajaran. Setelah menonton, siswa di minta untuk berbicara tentang apa yang mereka pelajari dari video tersebut.
  8. Bermain Peran: Guru dapat mengajak siswa untuk bermain peran atau berperan sebagai tokoh yang terkait dengan topik pelajaran. Misalnya, jika topiknya adalah sejarah, siswa dapat berperan sebagai tokoh-tokoh sejarah terkenal.
  9. Analisis Kasus:
    Siswa di berikan sebuah kasus atau masalah yang berkaitan dengan topik yang akan di ajarkan. Mereka di minta untuk menganalisis dan mencari solusi berdasarkan pengetahuan sebelumnya.
  10. Presentasi Sebelumnya:
    Jika topik pelajaran merupakan kelanjutan dari pelajaran sebelumnya, guru dapat melakukan ringkasan singkat dari materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan topik baru yang akan di ajarkan.

F. Apersepsi dilakukan kapan?

Apersepsi dilakukan sebelum memulai penyampaian materi pelajaran baru. Proses apersepsi merupakan tahap awal dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan dan mengaktifkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman sebelumnya yang dimiliki oleh siswa sebelum mereka menerima informasi atau konsep baru.

Dalam konteks pembelajaran di kelas, apersepsi biasanya dilakukan pada awal pelajaran atau sesi pembelajaran. Guru menggunakan berbagai strategi dan kegiatan apersepsi untuk membuka pembelajaran, menghubungkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah ada dalam pikiran siswa, dan membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaran lebih lanjut.

Dengan melakukan apersepsi, siswa di arahkan untuk mengingat kembali pengetahuan sebelumnya, berpikir tentang topik yang akan di ajarkan, atau berdiskusi tentang hal-hal yang terkait dengan materi pelajaran baru. Hal ini membantu meningkatkan perhatian dan minat siswa, serta membuat mereka lebih siap secara mental untuk menerima informasi baru.

Ingatlah bahwa apersepsi adalah proses yang sangat individual, dan setiap siswa mungkin memiliki tingkat pengetahuan dan pengalaman yang berbeda tentang topik yang akan di ajarkan. Oleh karena itu, metode apperception yang di gunakan harus di sesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dalam kelas untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran.

Baca Juga: Contoh Apersepsi dalam Pembelajaran Hukum Archimedes

G. Berapa lama waktu untuk melakukan apersepsi dalam pembelajaran?

Waktu yang di perlukan untuk melakukan apersepsi dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti kompleksitas materi pembelajaran, usia dan tingkat pemahaman siswa, serta metode apersepsi yang di gunakan. Secara umum, waktu yang di perlukan untuk apperception biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga 10-15 menit pada awal sesi pembelajaran.

Dalam beberapa kasus, apersepsi dapat berlangsung lebih lama, terutama jika kegiatan apersepsi tersebut melibatkan diskusi kelompok, presentasi, atau permainan yang lebih kompleks. Pada saat yang lain, apperception dapat di lakukan secara singkat, misalnya hanya beberapa pertanyaan awal yang menggugah minat siswa atau menampilkan gambar yang relevan dengan materi yang akan di ajarkan.

Penting untuk di ingat bahwa apersepsi bukanlah tujuan akhir dari pembelajaran, tetapi langkah awal yang membantu mempersiapkan siswa secara mental dan membuka jalan bagi pengenalan materi pelajaran baru. Setelah apperception selesai, guru akan melanjutkan dengan penyampaian materi pelajaran inti dan kegiatan pembelajaran lainnya.

Fleksibilitas dalam mengatur waktu apersepsi juga penting. Pendidik harus dapat menyesuaikan durasi apersepsi berdasarkan tanggapan siswa dan kebutuhan pembelajaran. Jika siswa menunjukkan minat dan keterlibatan yang tinggi selama apperception, pendidik dapat memperpanjang waktu untuk memberikan kesempatan lebih bagi siswa untuk berpartisipasi dan berbagi pengetahuan sebelumnya. Namun, jika apersepsi terlalu lama dan siswa mulai kehilangan minat, pendidik dapat beralih ke materi inti lebih cepat.

Kesimpulannya, waktu yang di perlukan untuk melakukan apersepsi dapat bervariasi, dan pendidik harus dapat menyesuaikan durasinya agar sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran. Apperception yang efektif membantu mempersiapkan siswa untuk belajar lebih lanjut dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang akan di ajarkan.

H. Langkah langkah apersepsi adalah?

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan apersepsi dalam pembelajaran:

1. Mempersiapkan Materi Apersepsi

Guru harus merencanakan dan menyiapkan materi apersepsi yang relevan dengan topik yang akan di ajarkan. Materi apperception dapat berupa pertanyaan, gambar, video, cerita, atau aktivitas lain yang dapat mengaktifkan pengetahuan sebelumnya siswa tentang topik tersebut.

2. Menjelaskan Tujuan Apersepsi

Guru perlu menjelaskan kepada siswa tujuan dari kegiatan apersepsi yang akan di lakukan. Siswa harus memahami bahwa apperception adalah langkah awal untuk mempersiapkan mereka secara mental sebelum memasuki materi pelajaran baru.

3. Bertanya dan Mendengarkan

Guru dapat memulai apersepsi dengan bertanya kepada siswa tentang pengetahuan, pengalaman, atau pandangan mereka terkait dengan topik yang akan di ajarkan. Selanjutnya, guru harus mendengarkan dengan aktif respon dan tanggapan siswa.

4. Membuka Diskusi

Jika materi apersepsi melibatkan pertanyaan atau topik terbuka, guru dapat membuka diskusi kelas yang melibatkan partisipasi siswa. Diskusi ini membantu mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan topik yang akan di ajarkan dan melibatkan siswa secara aktif.

5. Menunjukkan Gambar atau Video

Guru dapat menggunakan gambar atau video yang relevan dengan topik sebagai bagian dari apersepsi. Setelah menunjukkan gambar atau video, guru dapat meminta siswa untuk berbicara tentang apa yang mereka lihat dan bagaimana itu terkait dengan materi yang akan di ajarkan.

6. Berbagi Pengalaman

Siswa dapat di minta untuk berbagi pengalaman pribadi atau pengetahuan mereka tentang topik tertentu. Berbagi pengalaman ini dapat membantu mengaktifkan pengetahuan sebelumnya dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

7. Menghubungkan dengan Materi Sebelumnya

Jika materi yang akan di ajarkan merupakan kelanjutan dari pelajaran sebelumnya, guru dapat merangkum dan mengaitkan kembali materi sebelumnya dengan topik baru sebagai bagian dari apersepsi.

8. Melibatkan Aktivitas Kreatif

Guru dapat merancang kegiatan kreatif seperti permainan peran, permainan kelompok, atau proyek mini yang berhubungan dengan topik apersepsi. Aktivitas ini dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan membantu siswa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada.

9. Menciptakan Iklim Belajar yang Positif

Apersepsi harus di lakukan dalam iklim belajar yang positif dan mendukung, di mana siswa merasa nyaman untuk berpartisipasi dan berbagi pemikiran mereka. Ini dapat meningkatkan keberhasilan kegiatan apperception dalam mempersiapkan siswa untuk pembelajaran selanjutnya.

10. Memantau dan Mengevaluasi

Guru harus memantau dan mengevaluasi reaksi siswa terhadap apersepsi. Mengamati respon siswa membantu guru untuk menyesuaikan pendekatan apperception yang lebih efektif untuk masa depan.

Ingatlah bahwa langkah-langkah apersepsi harus di sesuaikan dengan tingkat kesulitan materi pelajaran, karakteristik siswa, dan konteks pembelajaran. Apersepsi yang efektif membantu membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaran lebih lanjut dan membuat siswa lebih siap secara mental untuk menerima informasi baru.

Baca Juga: Contoh Apersepsi Hukum Newton

Demikian semoga bermanfaat.

close
× How can I help you?
%d blogger menyukai ini: