Menulis Narrative Literature Review (NLR)

Menulis Narrative Literature Review (NLR)

HermanAnis.com – Teman-teman semua, dalam kesempatan ini kita akan membahas satu topik terkait penulisan artikel literature review yakni Cara Menulis Narrative Literature Review (NLR). Cara Menulis Narrative Literature Review dalam tulisan ini berisi informasi terkait, pengertian, struktur, dan langkah-langkah dalam Narrative Literature Review (SLR).

A. Pengertian Narrative Literature Review (NLR)

Narrative Literature Review (NLR) adalah suatu jenis tinjauan pustaka atau literature review yang dilakukan dengan menyusun dan menyajikan hasil-hasil penelitian sebelumnya dalam bentuk narasi atau cerita. Dalam NLR, penulis memaparkan dan menginterpretasikan berbagai temuan penelitian yang relevan dengan topik tertentu dengan menggunakan pendekatan yang berbasis pada analisis naratif.

Berbeda dengan jenis literature review lain seperti systematic literature review atau meta-analysis yang memiliki pendekatan yang lebih terstruktur dan metodologis, NLR cenderung lebih fleksibel dan mengizinkan pengarang untuk mengumpulkan dan memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber, termasuk jurnal akademik, buku, dan sumber-sumber online yang terpercaya.

NLR biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif, studi kasus, atau dalam kasus di mana penulis ingin memeriksa dan mengintegrasikan pengetahuan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu.

Menulis Narrative Literature Review (NLR) melibatkan proses pencarian dan analisis sumber pustaka yang relevan dengan topik yang akan dibahas, kemudian menggabungkan temuan-temuan tersebut menjadi sebuah narasi yang terstruktur dan informatif

Baca juga: Jenis-jenis Artikel Literature Review

B. Sistematika Narrative Literature Review (NLR)

Sistematika dalam Narrative Literature Review (NLR) umumnya terdiri dari empat bagian utama:

1. Pendahuluan

Bagian ini menjelaskan latar belakang topik yang akan di bahas dalam NLR, mengidentifikasi masalah penelitian, dan menyajikan tujuan dan ruang lingkup penelitian. Pendahuluan juga bisa mencakup beberapa pertanyaan penelitian yang akan di jawab melalui tinjauan pustaka yang di lakukan.

2. Tinjauan Pustaka

Bagian ini merupakan inti dari NLR dan berisi ringkasan dan analisis penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang sedang di bahas. Penulis harus mengidentifikasi sumber-sumber yang relevan, mengevaluasi kualitas dan kecocokannya dengan topik yang di bahas, dan kemudian menyajikan temuan-temuan dari sumber-sumber tersebut dalam bentuk narasi atau cerita.

3. Analisis dan Interpretasi

Bagian ini menjelaskan bagaimana penulis menganalisis dan menginterpretasikan temuan-temuan dalam tinjauan pustaka. Analisis dan interpretasi harus memperlihatkan kesamaan, perbedaan, atau kesimpulan-kesimpulan dari penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang di bahas.

4. Kesimpulan

Bagian ini merangkum temuan-temuan penting dalam NLR dan memberikan kesimpulan tentang topik yang di bahas. Penulis harus menggarisbawahi implikasi temuan-temuan untuk penelitian di masa depan dan juga mengevaluasi keterbatasan dan kekurangan dari tinjauan pustaka yang di lakukan.

C. Struktur NLR

Struktur Narrative Literature Review (NLR) tidaklah terlalu kaku atau terikat pada format tertentu, namun secara umum dapat memiliki struktur sebagai berikut:

1. Abstrak

Sebuah ringkasan singkat yang memberikan gambaran umum tentang topik yang di bahas dan temuan-temuan penting dari tinjauan pustaka.

2. Pendahuluan

Bagian ini menjelaskan latar belakang topik yang akan di bahas dalam NLR, mengidentifikasi masalah penelitian, dan menyajikan tujuan dan ruang lingkup penelitian. Pendahuluan juga bisa mencakup beberapa pertanyaan penelitian yang akan di jawab melalui tinjauan pustaka yang di lakukan.

3. Tinjauan Pustaka

Bagian ini merupakan inti dari NLR dan berisi ringkasan dan analisis penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang sedang di bahas. Penulis harus mengidentifikasi sumber-sumber yang relevan, mengevaluasi kualitas dan kecocokannya dengan topik yang di bahas, dan kemudian menyajikan temuan-temuan dari sumber-sumber tersebut dalam bentuk narasi atau cerita.

4. Analisis dan Interpretasi

Bagian ini menjelaskan bagaimana penulis menganalisis dan menginterpretasikan temuan-temuan dalam tinjauan pustaka. Analisis dan interpretasi harus memperlihatkan kesamaan, perbedaan, atau kesimpulan-kesimpulan dari penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang di bahas.

5. Kesimpulan

Bagian ini merangkum temuan-temuan penting dalam NLR dan memberikan kesimpulan tentang topik yang di bahas. Penulis harus menggarisbawahi implikasi temuan-temuan untuk penelitian di masa depan dan juga mengevaluasi keterbatasan dan kekurangan dari tinjauan pustaka yang di lakukan.

6. Referensi

Daftar sumber pustaka yang di gunakan dalam NLR.

Selain itu, NLR juga bisa memuat beberapa sub-bagian seperti definisi istilah-istilah kunci, klasifikasi atau pengelompokkan temuan-temuan, atau penjelasan tentang pendekatan analisis yang digunakan.

Baca Juga: Systematic Literature Review

D. Langkah-langkah dalam Menulis Narrative Literature Review (NLR)

Berikut ini adalah langkah-langkah umum yang bisa diikuti dalam menulis Narrative Literature Review (NLR):

1. Tentukan topik

Pilih topik yang sesuai dengan minat penulis atau yang menjadi tugas penelitian. Pastikan topik tersebut cukup spesifik dan relevan dengan bidang penelitian yang sedang digeluti.

2. Identifikasi sumber-sumber

Identifikasi dan pilih sumber-sumber yang relevan dengan topik yang akan di bahas. Sumber-sumber bisa berupa artikel jurnal, buku, tesis, atau dokumen lainnya. Pastikan sumber-sumber yang di pilih telah di publikasikan dijurnal terpercaya atau publikasi akademik resmi lainnya.

3. Evaluasi sumber-sumber

Lakukan evaluasi terhadap kualitas dan kecocokan sumber-sumber yang di pilih dengan topik yang akan di bahas. Pilih sumber-sumber yang berkualitas dan relevan untuk di pakai sebagai acuan.

4. Baca dan ringkas

Baca dan ringkas setiap sumber pustaka yang telah dipilih. Buat ringkasan singkat tentang temuan-temuan penting dari setiap sumber pustaka.

5. Buat struktur

Buat struktur untuk NLR yang akan di tulis. Struktur yang baik bisa membantu penulis untuk mengorganisir temuan-temuan dari setiap sumber pustaka.

6. Tulis NLR

Tulis NLR dengan menggunakan struktur yang telah di buat. Buatlah narasi atau cerita yang menyajikan temuan-temuan dari sumber-sumber pustaka secara terstruktur.

7. Analisis dan Interpretasi

Analisis dan interpretasikan temuan-temuan dari setiap sumber pustaka yang telah di kumpulkan. Buka diskusi tentang kesamaan, perbedaan, atau kesimpulan-kesimpulan dari penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang di bahas.

8. Buat Kesimpulan

Buat kesimpulan yang merangkum temuan-temuan penting dari NLR dan mengevaluasi implikasi temuan-temuan tersebut untuk penelitian di masa depan.

9. Edit dan revisi

Lakukan pengeditan dan revisi terhadap NLR untuk memastikan kesesuaian antara isi NLR dengan tujuan dan ruang lingkup penelitian. Pastikan NLR telah sesuai dengan format yang telah di tetapkan.

10. Referensi

Buat daftar referensi yang mencantumkan sumber-sumber yang telah di gunakan dalam NLR. Pastikan setiap referensi telah tercantum dengan benar sesuai dengan format yang telah di tetapkan.

Demikian semoga bermanfaat.


Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close

Eksplorasi konten lain dari Herman Anis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca